ONE ON ONE tvOne
ONE ON ONE tvOne // PROGRAM EKSKLUSIF · 2026

PERAN INDONESIA DI TENGAH
KONFLIK GLOBAL:
DIPLOMASI, GEOPOLITIK & KEMANUSIAAN

Diskusi eksklusif bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta — menelaah posisi Indonesia di tengah dinamika konflik AS-Israel-Iran, eskalasi kawasan, dan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Anis Matta · Wamenlu RI AS – Israel – Iran Selat Hormuz 2026 Palestina · Genosida Diplomasi Multilateral Keamanan Pangan Global Summit Flotila OKI · PBB · BRICS
50/50 Peluang Damai vs Perang (kawasan)
2026 Krisis · Selat Hormuz
7 Mrd Penduduk Terdampak (3 Benua Tua)
30+ Tahun Perjuangan Palestina (Anis Matta)
GULIR
Abstrak & Pengantar

Abstrak Program

Program One on One tvOne edisi eksklusif ini menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta, untuk membahas secara mendalam peran Indonesia di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks.

Diskusi ini mencakup tiga isu strategis utama: eskalasi konflik AS-Israel-Iran di Selat Hormuz, ancaman krisis pangan dan pupuk yang berdampak ke Asia, serta perkembangan perjuangan kemerdekaan Palestina dalam era genosida dan Global Summit Flotila.

Argumen utama Anis Matta: Iran adalah "kedondong bukan durian" — halus di luar namun berduri di dalam. Sistem substitusi Iran melalui koridor darat dan Laut Kaspia membuat blokade Selat Hormuz tidak otomatis menghasilkan isolasi strategis.

Kata kunci: Konflik Global; Diplomasi Indonesia; Selat Hormuz; Iran; Israel; Palestina; Keamanan Pangan; Global Summit Flotila; OKI; BRICS; INSTC
Pertanyaan Utama

Bagaimana Indonesia memandang eskalasi konflik global yang semakin kompleks, dan apa peran strategis RI di tengah ketidakpastian geopolitik 2026?

Narasumber Eksklusif

Anis Matta — Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia. Pewawancara: Venna Kintan. Program One on One tvOne, 2026.

Infografis · Kerangka Konflik 2026

Peta Konflik & Kepentingan Global

TEKANANAS-Israel tekan Selat Hormuz & kawasan Timur Tengah
ADAPTASIIran bertahan: koridor Kaspia, INSTC, Rusia, Tiongkok
NEGOSIASI50-50: tarik ulur antara faksi perang & damai
DISTRAKSIIsrael sebagai pengganggu utama proses perdamaian
INDONESIAMendorong damai melalui OKI, PBB, BRICS & bilateral
// KONSEP-01
D=K
Durian vs Kedondong
Venezuela = "Durian" (seram di depan, mudah diselesaikan). Iran = "Kedondong" (halus di luar, berduri di dalam). Iran jauh lebih kompleks dari prediksi 48 jam.
// KONSEP-02
NW
No War No Peace
Tidak ada perang skala besar, tidak ada perdamaian yang pasti. Tarik ulur antara faksi keras dan negosiasi di setiap negara membuat situasi sangat dinamis.
// KONSEP-03
SA
Strategic Adjustment
Semua aktor — Amerika, Israel, Iran, negara Teluk — harus melakukan penyesuaian strategi setelah Iran terbukti survive. Posisi tawar Iran lebih kuat.
// KONSEP-04
EAI
Efek Anti-Isolasi
Tekanan terhadap Iran justru memperdalam integrasi Iran dengan jaringan Eurasia — Rusia, Tiongkok, INSTC. Blokade yang dimaksud mengisolasi justru memperluas koneksi Iran.
// Grafis · Posisi Aktor
Orientasi Aktor Utama Konflik
Skala kecenderungan perang vs damai
// Grafis · Dampak Kawasan
Distribusi Dampak Konflik Hormuz
Berdasarkan ketergantungan energi kawasan
// Grafis · 5 Unsur
Kekuatan Ketahanan Strategis Iran
Lima dimensi — skala konseptual Anis Matta
01 · Konteks Konflik

Konflik AS-Israel-Iran dalam Dua Lanskap

Menurut Anis Matta, konflik Iran–Amerika Serikat–Israel harus dibaca dalam dua lanskap: lanskap regional dan lanskap global.

Lanskap Regional — No War No Peace

Peluang damai vs perang berlanjut dinilai 50-50. Terlalu banyak faktor tidak terkendali oleh seluruh aktor.

Lanskap Global — Geografi Kekuatan

Benua Amerika paling aman. Tiga benua tua: 7 miliar penduduk bergantung pada jalur Timur Tengah untuk energi, logistik, dan pupuk.

Iran: Kedondong, Bukan Durian

Anis Matta menggambarkan Iran dengan analogi "kedondong" — halus di depan, namun begitu dimasuki ada duri di dalam. Venezuela adalah "durian" yang mudah diselesaikan hanya dengan penculikan Maduro.

"Kalau di Iran, tidak sebesar gaungnya soal Venezuela sebelumnya. Cuma ada pengerahan pasukan yang luar biasa dan asumsinya bahwa perang ini akan selesai dalam 48 jam, tetapi di luar prediksi." — Anis Matta, Wamenlu RI
Bagi Iran, makna menangnya adalah: "Saya bisa bertahan di depan negara adidaya, negara yang secara militer paling powerful di dunia."
2 Jan 2026
Venezuela
"Durian" selesai
Feb 2026
Perang Iran
48 jam meleset
Mei 2026
Negosiasi syarat
50-50 perang/damai
Ongoing
Iran survive
Posisi tawar menguat
Potensi
Perundingan resmi
Min. 60 hari
// Grafis · Perbandingan Kasus
Venezuela vs Iran: Kompleksitas Strategis
Perbandingan dimensi analisis — Anis Matta
// Grafis · Chokepoint
Dua Chokepoint Strategis: Hormuz & Babul Mandeb
Dampak penutupan terhadap mobilitas dan perdagangan dunia
02 · Ancaman Keamanan Pangan

Pupuk, Energi & Ancaman Kelaparan Asia

Ancaman yang lebih berbahaya dari sekedar krisis energi adalah krisis pupuk. Jika perang berlanjut dan jalur perdagangan terganggu, ancaman kelaparan akan melanda negara-negara Asia berpopulasi padat.

// 01
Krisis Energi Langsung
Kenaikan harga minyak. Asia tidak punya sumber energi cukup.
🌾
// 02
Ancaman Pupuk
Penutupan jalur Hormuz + Babul Mandeb mengganggu pasokan pupuk ke Asia.
🚢
// 03
Gangguan Mobilitas
Berhentinya mobilitas jauh lebih berbahaya dari krisis energi.
🏭
// 04
Industri Tidak Kompetitif
Harga minyak naik → industri Asia tidak kompetitif.
🌍
// 05
7 Miliar Penduduk
"Anda berperang, kami yang mati."
🇮🇩
// 06
Respons Indonesia
Investasi pupuk di Laos, kerja sama dengan Yordania, Maroko, Aljazair.
"Saya suka mengatakan kepada teman-teman di Timur Tengah: 'Anda berperang, kami yang mati.'" — Anis Matta
Diversifikasi Sumber Pupuk (Laos, Yordania, Maroko)55%
Cadangan Energi Domestik60%
Jalur Perdagangan Alternatif45%
Sistem Pembayaran Non-SWIFT30%
Diplomasi Multilateral (OKI, PBB, BRICS)75%
// Grafis · Ketergantungan Energi
Ketergantungan Energi Asia terhadap Timur Tengah
Persentase impor energi dari kawasan Hormuz
// Grafis · Jalur Alternatif
Jalur Substitusi Iran: Koridor Non-Maritim
Kapasitas relatif tiap koridor
03 · Posisi Indonesia

Peran RI: Mendorong Zona Konflik Menjadi Zona Pembangunan

Konsern utama Indonesia adalah mengubah zona konflik menjadi zona pembangunan. Syarat tunggalnya: damai.

Prinsip Indonesia: "Kita harus mendorong semua kekuatan yang ada di semua negara ini — Amerika, Iran, Teluk — untuk mendorong perdamaian." — Anis Matta

Platform Keterlibatan Indonesia

// PLATFORM-01
OKI
Organisasi Kerjasama Islam
Iran, negara Teluk, dan Indonesia sesama anggota OKI. Forum ini digunakan untuk mendorong proses perdamaian kawasan.
// PLATFORM-02
PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Forum multilateral global. Indonesia terlibat dalam semua resolusi terkait deeskalasi konflik.
// PLATFORM-03
BRICS
BRICS & Multilateral
Iran dan negara Teluk sesama anggota BRICS. Jalur baru mendorong perdamaian lintas platform geopolitik.
// PLATFORM-04
BILATERAL
Diplomasi Bilateral
Koordinasi dengan Yordania, Mesir, Turki, Siprus, Emirat untuk perlindungan WNI dan mendorong perdamaian.
Skenario Perubahan Paradigma: Menlu Oman menyatakan ancaman keamanan negara-negara Arab bukan lagi Iran — melainkan Israel. Setelah Israel menyerang Suriah, Lebanon, Yaman, Iran, dan Qatar, seluruh negara kawasan melakukan strategic adjustment.
// Grafis · Kontribusi Teoretis
Posisi Aktor Regional: Sebelum vs Sesudah Perang Iran 2026
Pergeseran paradigma strategis — skala konseptual
04 · Isu Palestina

Palestina: Dari Isu Arab ke Isu Kemanusiaan Global

Perjuangan Palestina telah mencapai tahap tertinggi: perang antara kemanusiaan dan anti-kemanusiaan. Bukan lagi milik rakyat Palestina atau dunia Islam semata.

1950–1985
Konflik Arab-Israel
Isu Ras
1990–2020
Dunia Islam vs Israel
Isu Agama
2023–2025
Genosida Gaza
Mata Dunia Terbuka
2025–2026
Kemanusiaan vs
Anti-Kemanusiaan
Masa Depan
Kemerdekaan
Lebih Dekat
Mengapa Isu Palestina Meluas?

Genosida 2023–2025 membuka mata dunia. Isu Palestina menjadi isu pilpres Eropa & Amerika. Flotila menggerakkan warga Eropa lebih agresif dari negara Islam sendiri.

Posisi Moral yang Menguat

"Semakin kejam Israel memperlakukan mereka, semakin meningkat adrenalin perlawanan." Moral ground Israel semakin habis.

"Saya sangat optimis bahwa kemerdekaan Palestina jauh lebih dekat daripada yang kita bayangkan." — Anis Matta
// FLOTILA-01
9 WNI
Ditahan Israel
9 WNI ditahan di Flotila 2026. Kemlu koordinasi via KBRI Roma (Siprus), Yordania, Mesir, Turki, Emirat. Rute pemulangan via Dubai.
// FLOTILA-02
GERAKAN
Permanen Hingga Merdeka
Flotila bukan gerakan sekali jalan. Yang kita lihat baru lewat laut, belum lewat darat.
// FLOTILA-03
OPTIMIS
Kemerdekaan Lebih Dekat
Basis moral kemerdekaan Palestina jauh lebih kuat. "Tidak ada yang bisa melawan kemanusiaan. Ini masalah waktu."
// Grafis · Dukungan Indonesia
Dimensi Dukungan Indonesia untuk Palestina
Politik, media, kemanusiaan, NGO
// Grafis · Evolusi Isu
Spektrum Keterlibatan Global dalam Isu Palestina
Berdasarkan evolusi narasi dari 1950 hingga 2026
05 · Kesimpulan Strategis

Pelajaran Strategis dari Diskusi

Lima pelajaran strategis: (1) Konflik Iran adalah "kedondong" — jauh lebih kompleks; (2) Selat Hormuz + Babul Mandeb bila tertutup mengancam 7 miliar penduduk; (3) Ancaman nyata bukan energi semata, melainkan pupuk dan kelaparan; (4) Perjuangan Palestina telah berevolusi menjadi isu kemanusiaan global; (5) Indonesia harus proaktif melalui OKI, PBB, dan BRICS.

// PELAJARAN-01
L1
Asimetri Prediksi vs Realita
Asumsi 48 jam penyelesaian Iran meleset jauh. Harus selalu ada scenario planning.
// PELAJARAN-02
L2
Koridor Non-Maritim Menentukan
Iran survive karena punya akses non-maritim — INSTC, Kaspia, koridor timur ke Tiongkok.
// PELAJARAN-03
L3
Israel: Pengganggu Perdamaian
Serangan Israel ke Lebanon, Yaman, Iran, Suriah, Qatar mengubah paradigma kawasan.
// PELAJARAN-04
L4
Kekuatan Ekonomi Teluk Menggeser
Volume investasi Teluk ke Amerika melebihi Israel. Trump menunda serangan atas permintaan negara Teluk.
Sintesis Anis Matta: "Perjuangan kemerdekaan Palestina sudah sampai ke level perang antara kemanusiaan dan anti-kemanusiaan. Tidak ada yang bisa melawan kemanusiaan. Ini masalah waktu."
// Grafis · Sintesis Pelajaran
Lima Pelajaran Strategis: Bobot Relatif
Implikasi bagi kebijakan luar negeri Indonesia
Transkrip Lengkap

Transkrip One on One — Anis Matta × Venna Kintan

Program One on One tvOne · Peran Indonesia di Tengah Konflik Global · 2026

// Pembukaan Program

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam pemirsa. Anda menyaksikan program One on One bersama saya Venna Kintan. Malam hari ini program One on One secara eksklusif mengundang Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Bapak Anis Matta.

// Venna Kintan — Host

Pak Wamen, kita ingin mengawali diskusi kita malam hari ini dengan pembahasan mengenai situasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran yang kita tahu kian memanas saat ini. Bagaimana Anda melihat eskalasi konflik sejauh ini?

// Anis Matta — Wamenlu RI

Konflik Iran atau perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel sekarang ini bisa kita baca dalam dua landskap. Yang pertama landskap regional dan yang kedua landskap global.

Di landskap regional sekarang ini kita menyaksikan ada satu proses yang bisa kita bilang no war no peace. Para pelaku di kawasan memberikan skor: peluang damai dan perang berlanjut itu 50-50.

Kalau kita membuat perbedaan Venezuela dan Iran, ini sama dengan durian dan kedondong. Kalau durian, seram di depannya, begitu dibelah enak. Kalau kedondong, halus di depannya, begitu dimakan ada duri di dalamnya. Semua pihak pasti akan melakukan strategic adjustment.

Iran telah mencapai satu strategic position yang baru, yang memberikan mereka posisi tawar yang jauh lebih kuat daripada sebelum perang. Bagi Iran, makna menangnya adalah "Saya bisa bertahan di depan negara adidaya."

// Venna Kintan

Bagaimana kemudian perdamaian bisa tercapai jika di tengah situasi menuju perundingan, serangan militer masih terus terjadi?

// Anis Matta — Wamenlu RI

Di dalam masing-masing negara ada tarik ulur antara dua kekuatan itu. Faktor utama yang bisa membuat eskalasi lebih lanjut adalah Israel. Kalau ada perdamaian di kawasan itu, maknanya Iran menang. Bagi Netanyahu — itu adalah kekalahan telak. Gangguan terbesar terhadap proses perdamaian adalah Israel, dan secara personal adalah Netanyahu.

// Venna Kintan

Ancaman yang lebih berbahaya dari energi adalah pupuk. Bagaimana soal ancaman pangan ini?

// Anis Matta

Begitu Hormus menjadi chokepoint, kolateralnya yang paling besar adalah Asia. Kalau perang terus berlangsung, kita akan punya masalah pupuk. Kita bisa mengimpor dari Rusia, tapi kita punya kendala dalam payment system karena sanksi.

Saya baru dari Laos kemarin, yang kita bantu adalah kerja sama investasi soal pupuk, juga dengan negara-negara seperti Yordania, Maroko, Aljazair.

"Saya suka mengatakan kepada teman-teman di Timur Tengah: 'Anda berperang, kami yang mati.'"

⏸ Jeda Program — Berlanjut
// Venna Kintan

Posisi Indonesia di tengah konflik ini ke arah mana?

// Anis Matta

Konsern kita adalah bagaimana mengubah zona konflik ini menjadi zona pembangunan. Syaratnya hanya satu: damai. Kita tidak terlibat secara langsung dalam negosiasi, tapi terlibat dalam forum-forum multilateral, baik melalui OKI maupun PBB dan BRICS.

// Venna Kintan

Bagaimana menurut Anda konflik Palestina yang sampai saat ini belum selesai?

// Anis Matta

Tahapan perjuangan kemerdekaan Palestina sudah sampai ke level yang saya sebut sebagai perang antara kemanusiaan dan anti kemanusiaan. Isu Palestina bukan lagi milik rakyat Palestina semata, tapi milik dunia.

Yang membuka mata dunia adalah genosida yang terjadi sepanjang 2023, 2024, sampai 2025. Semua langkah Israel hanya akan menghancurkan moral ground Israel di mata dunia. Ini masalah waktu. Tidak ada yang bisa melawan kemanusiaan.

Saya sangat optimis bahwa kemerdekaan Palestina jauh lebih dekat daripada yang kita bayangkan.

// Venna Kintan

Soal Global Summit Flotila: 9 WNI ditangkap Israel. Evaluasi apa yang dilakukan pemerintah?

// Anis Matta

Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, jadi tidak ada komunikasi langsung. Kita berkoordinasi dengan Yordania, Mesir, Turki, Siprus, dan KBRI di Roma. Kita membentuk crisis center untuk memantau perkembangan terus-menerus.

Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman yang terlibat dalam Global Summit Flotila. Semakin kejam Israel memperlakukan para aktivis, semakin meningkatkan adrenalin perlawanan dan memperkuat fondasi moral bagi kemerdekaan Palestina.

// Venna Kintan — Penutup

Terima kasih banyak Pak Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Bapak Anis Matta, sudah meluangkan waktu secara eksklusif dalam program One on One. Sukses selalu, Pak.

// Anis Matta

Terima kasih.

// Penutup Program

Selamat malam, pemirsa. Demikian program One on One. Saya pamit. Terima kasih atas kebersamaan Anda. Sampai jumpa.

Sumber & Referensi

Sumber & Referensi

Konten ini disusun berdasarkan transkrip resmi program One on One tvOne. Semua kutipan merupakan pernyataan Anis Matta selaku Wakil Menteri Luar Negeri RI. PDF dokumen pendamping: Peran Indonesia di Tengah Konflik Global harus diletakkan di folder yang sama dengan file HTML ini.

// DOKUMEN REFERENSI PDF

Gunakan tombol Sebelumnya / Berikutnya, tombol panah keyboard, atau geser layar. Scroll untuk zoom. Tekan Layar Penuh untuk mode fullscreen.

— / —
Memuat dokumen...
📄

File Peran Indonesia di Tengah Konflik Global.pdf tidak ditemukan.
Pastikan file PDF berada di folder yang sama dengan file HTML ini.

— / —